Romano Fenati, Antara Cacian, Hukuman dan Emphaty..

Sobat gearbalap holaaa apa khabarr.. Sobb late article tentang Romano Fenati yang harus mengahiri karir balap dengan tragis karena dipecat dari team Marinelli Snipers Team Moto2 terkait insiden menekan tuas rem Stefano Manzi. Efek Insiden yang kemudian berlanjut dengan pembatalan kontrak oleh Forward MV Agusta dan puncaknya pencabutan ijin balap oleh FIM.

Jiaann asli gearbalap mung geleng-geleng melihat kebodohan Romano Fenati dan makin geleng-geleng kepala karena banyak pihak seolah berlomba adu cepat menjatuhkan hukuman. Dan hanya dalam hitungan hari karir balap Romano Fenati pun TAMAT..!

Kisah Romano Fenati bagi gearbalap menunjukkan betapa lingkungan kita sangat tidak mentolerir tindakan melanggar hukum dan norma di lingkungan tersebut. Sebuah kesalahan akan menimbulkan reaksi berantai yang sukar dihentikan. Hukuman tidak cukup stigma jelek saja namun pengusiran bisa dilakukan jika memang kesalahan yang diperbuat masuk ke dalam kategori berat.

Nahh masalahnya adalah, kadang kita sering secara tidak sadar ikut terbawa arus dan latah ikut-ikutan menghukum meskipun tak tahu masalah yang sebenarnya terjadi. Kita menghujat, mencaci dan menyalahkan seseorang hanya berdasarkan suara mayoritas yang ada di lingkungan tersebut. Kalaupun orang tersebut memang bersalah seringkali kita tidak mau tahu motivasi dan alasan di balik tindakan tersebut.

Yahh mirip dengan saat Jorge Lorenzo pertama kali gabung dengan Ducati tahun 2017 lalu. Waktu itu Semua mencibir, mencemooh dan menertawakan hasil balap Lorenzo yang amburadul ora keruan. Para pencibir tersebut pura-pura bego dan memilih mengabaikan proses adaptasi yang masih berjalan.

Hmm Kasus serupa kini dialami oleh Romano Fenati..! Ha haha.. Sekarang coba inget2 dehh apakah sobat juga termasuk orang yang ikut menghujat Romano Fenati tanpa menyelidiki apa yang melatar belakangi tindakannya tersebut. Jika iyaa maka gearbalap cuma bilang poor you.. Kaciaan dehh lu..? Karena dapat dipastikan bahwa sobat termasuk orang bodoh yang main telan dan share semua informasi tanpa cross chek silang informasi yang diterima.

Tidak ada asap jika tidak ada api, semua tindakan selalu ada pemicunya. Begitupun ulah Romano Fenati memencet tuas rem Stefano Manzi tidak datang ujug-ujug sobb. Nahh sebelum kita mencaci, apakah kita udah curiga dan mencari penyebab aksi doi tersebut..

Sebab gearbalap berpendapat bahwa tidak ada kebenaran dan kesalahan yang mutlak bahwa itu adalah kebenaran dan kesalahan. Pak ustad pun punya musuh dan penjahat yang paling jahat pun juga punya teman.. Semoga ngga bingung yaa wkwk ..

Hmm mencari second opinion penting untuk dilakukan supaya kita tidak mudah terprovokasi dan ikut ikutan melakukan sesuatu tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi sobb wkwk..

Last terkait hukuman terhadap Romano Fenati gearbalap setuju dengan hukuman tersebut, namun gearbalap menyetujui nya dengan emphaty..